Lompat ke konten

Pondok Pesantren Buntet

Desa Mertapada Kulon, Kec. Astanajapura, Kab. Cirebon, Jawa Barat 45181

SalafiyahPutra dan putri

Tentang

Pesantren tertua di Cirebon, didirikan Kiai Muqoyyim sekitar 1750. Berperan dalam perjuangan melawan penjajah dan pendidikan Islam di Jawa Barat.

Berdiri sejak 1750

Program

  • Kajian kitab kuning
  • Madrasah Diniyah
  • STIT Buntet Pesantren

Fasilitas

  • Asrama
  • Masjid
  • Perguruan tinggi

Berita dan sentimen

Lihat semua

Data belum cukup untuk menampilkan ringkasan sentimen.

  • Sanad Ulama dan Santri di Era Global: Dari Pesantren ke Dunia Digital

    Suara Nahdliyin, Lainnya, 25 Okt 2026

    Disebut dalam beritapendidikan
    “(Wakil Rais PCNU Kota Semarang, Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim Semarang dan alumnus Pondok Pesantren Buntet Cirebon)”

    Dinilai otomatis oleh model jev-1.14.0, versi berita-v1, tanggal 26 Okt 2026, lalu ditinjau moderator.

    Baca di sumber asli
  • Kapolri Resmikan Pondok, Silaturahmi dengan Kiai dan Sesepuh Buntet Pesantren

    detikcom, Media, 22 Apr 2025

    Positifkegiatan sosial
    “Pondok ini dilengkapi dengan fasilitas 30 kamar santri laki-laki yang dilengkapi lemari dan kasur, 18 kamar mandi, 2 ruang belajar, aula terbuka dan rooftop.”

    Dinilai otomatis oleh model jev-1.14.0, versi berita-v1, tanggal 23 Okt 2026, lalu ditinjau moderator.

    Baca di sumber asli
  • Pengasuh Ponpes Buntet Cirebon pandang Pansus Haji beraroma politis

    ANTARA, Media, 19 Jul 2024

    Disebut dalam beritakebijakan dan pendanaan
    “Cirebon (ANTARA) - Pengasuh Pondok Pesantren Alinarah Buntet Cirebon KH Adib Rofiuddin Izza memandang pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Angket Haji oleh DPR RI kental dengan aroma politis.”

    Dinilai otomatis oleh model jev-1.14.0, versi berita-v1, tanggal 23 Okt 2026, lalu ditinjau moderator.

    Baca di sumber asli

Tentang label sentimen

Sentimen dihitung otomatis dari berita dan ulasan terbuka (termasuk Google review dan sumber serupa). Ini bukan penilaian resmi dan bukan survei representatif. Setiap label disertai rujukan ke sumbernya. Baca metodologi